Minggu, 08 Mei 2011

buka buru baru, tutup buku lama

Penghindaran itu tak urung berakhir
Penghindaran yang tiada henti kamu lakukan
Sebenarnya untuk memuaskan diri atas tindakan yang dianggap benar
Atau memang sudah terlalu termuakkan dengan yang ada
Lucu kurasa, hingga kadang ingin tertawa terbahak-bahak sampai perut ini kaku
Tapi sakit, kala hal itu mengais hati dan mengetuk rasa lama yang berusaha dikubur
Dan masih berusaha dikunci dengan beratus ratus gembok

serasa kuman penyakit yang begitu menjijikkan hingga tak layak untuk disentuh
serasa pertunjukan sirkus yang tak layak untuk dibeli tiketnya dan ditonton
serasa bau parfum yang menyengat hingga perlu dijauhi dalam radius lima meter
serasa nyanyian sumbang dari radio yang perlu untuk dimatikan dan diganti dengan yang lain
penghindaran itu pun tak berakhir

tidak layak dan pantas memang saya mengungkit ini
mengungkit dan membahas hal yang memang hanya masa lalu
masa lalu layaknya angin yang hanya berhembus untuk menggoda dedaunan
masa lalu layaknya busway yang berhenti untuk menurunkan penumpang
masa lalu yang memang bukan suatu pemberhentian terakhir bagimu
bukan penghujung takdirmu

memang orang yang benar tidak perlu membenarkan kata-kata dan perbuatannya
untuk dianggap benar orang lain, cukup diri sendiri yang tahu
namun seserorang terkadang perlu penjelasan tentang mengapa ia dipersalahkkan

sering bertanya, mengapa rasa ikhlas itu tak kunjung datang
tidak seperti kasus yang lalu yang begitu mudah terlupakan
begitu mudah dimaklumi dan menjadi terbiasa
kata-kata ini pun tanpa arti
curahan hati pun tiada makna
malah semakin memperjelas ketidakrelaan hati ini
bukan ingin berkonfrontasi
atau menginisiasi permusuhan dan peperangan baru
hanya ingin membuka halaman baru dari suatu buku
dan menutup halaman dari buku yang lama
dan memulai cerita dengan judul yang baru





Tidak ada komentar:

Posting Komentar