Senin, 16 Mei 2011

pilihan

Kenyamanan yang mendominasi
Membuat raga dan hati lumpuh
Hanya sesaat
Bertemu, tertawa, dan tangis itu
Entah palsu dan sandiwara belaka
Ataukah usaha dari inisiasi pembukaan hati dan pikiran
Mungkin tersugesti oleh kisah mu
Mungkin takut untuk terlukai lagi
Namun akhirnya memilih
Sadar akan besarnya kemungkinan datangnya penyesalan dan kesedihan
namun memutuskan untuk tetap memilih
menyiapkan hati untuk tidak membenci
menyiapkan mental untuk tidak terpuruk
menyiapkan nurani untuk mengikhlaskan
dan akhirnya tetap memilih
acuh dengan keputusan yang akan kau ambil
masa bodoh kau akan seperti apa
terkecewakan atau tidak
terkhianati atau tidak
dan akhirnya tetap memilih

karena Tuhan tidak menciptakan kita untuk mengadili seseorang karena perilakunya
Tuhan hanya menciptakan kita dengan pandangan yang berbeda
hingga kita bisa berpendapat tentang apa yang benar dan apa yang salah
kita tidak berhak untuk memutuskan kesempatan orang lain
kita berkewajiban membuka peluang bagi orang lain untuk lebih baik





Tidak ada komentar:

Posting Komentar